Update Panduan dan Regulasi : Buku Panduan dan Regulasi Lomba KRTI 2018 ( Klik untuk Download Regulasi Lomba )  

Tentang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018
Terdapat 4 divi Lomba KRTI 2018 , yaitu : Racing Plane (RP), Fixed Wing (FW), Vertical Take-off adn Landing (VTOL), dan Technology Development (TD).



Pesawat Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle, UAV) atau Unmanned Aircraft System (UAS) adalah wahana terbang nir-awak yang dalam satu dasawarsa  terakhir  ini  berkembang  kian  pesat  di  ranah  riset  unmanned system (sistem nir-awak) di dunia. Bukan hanya mereka yang berada di ranah departemen pertahanan atau badan-badan riset, termasuk di perguruan tinggi, yang meneliti, mengkaji dan mengembangkan, tapi dunia industri dan bidang sipil pun telah mulai banyak memanfaatkan teknologi  unmanned system ini dalam mendukung kegiatan keseharian mereka.

Dunia hankam diketahui, sementara ini masih menjadi pengguna terbesar, seperti misalnya jika ditilik dari informasi roadmap penggunaan sistem nir- awak di dephan Amerika yg setidak-tidaknya di tahun 2020 mereka sudah merencanakan tidak kurang 20% pasukan mereka adalah sistem nir-awak (robot).   Aplikasi   lain   misalnya   untuk   pemantauan   (monitoring)   dan pemetaan (mapping). Pemantauan dan pemetaan secara real-time kawasan- kawasan kritis seperti daerah konflik penguasaan lahan (tambang, maritim, dsb.), perbatasan antar negara, perkebunan, dll., adalah obyek-obyek garap yang sangat potensial atas pemanfaatan sistem-sistem nir-awak ini.

Untuk itulah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian   dan   Pengabdian   kepada   Masyarakat   (Ditlitabmas)   telah melahirkan KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) yang pertama di tahun 2013 dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai penyelenggara. Seperti yang tercatat dalam sejarah kontes/kompetisi di dunia UAV/UAS di Indonesia dibidani dan dibesarkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 2008 hingga 2011 dengan nama kontesnya IIARC (Indonesian Indoor Aerial Robot Contest). Pada tahun 2012 IIARC berubah menjadi Indonesia Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan outdour.

Sukses penyelenggaraan KRTI 2013 di Jatinangor oleh ITB, lomba ini dilanjutkan ke kawasan Indonesia Timur oleh DIKTI di tahun 2014 dengan ditunjuknya   Politeknik   Elektronika   Negeri   Surabaya   (PENS)   sebagaipenyelenggara  yang  berlokasi  di  Raci  Pasuruan.  Dan  pada  tahun  2015 Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapat mandat sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan KRTI 2015 yang berlokasi di Lanud Gading Wonosari.

Mulai tahun 2016 ini kegiatan Kontes Robot Terbang Indonesia berada di bawah program kegiatan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan,     Kementerian     Riset     Teknologi     dan     Pendidikan Tinggi (Ditjen Belmawa  Kemenristekdikti).  Dan  yang  mendapat  amanah sebagai tuan rumah penyelenggara KRTI 2016 adalah Universitas Lampung (UNILA).  Pada tahun 2017 lomba ini kembali di laksanakan di Detasemen TNI-AU Raci Pasuruan oleh Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Pada tahun 2018 ini, KRTI 2018 direncanakan berlangsung di Lanud TNI-AU Pangeran M Bun Yamin di Menggala Lampung oleh Universitas Teknokrat Indonesia (UTI).

Melalui KRTI ini para generasi muda Indonesia didukung  untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nir-awak baik di udara maupun di angkasa lepas di masa-masa selanjutnya.